Jumat, 31 Maret 2017

REGULASI LIGA 1 MENGUNTUNGKAN APA MEMAKSAKAN?

Pada tanggal 16 maret 2017 PSSI mensosialisasikan regulasi Liga 1 di gedung kostrad, Jakarta. Liga 1 sendiri akan bergulir (kalau tidak mundur) tanggal 15 April 2017. Pada pertemuan di markas TNI sosialisasi di sampaikan oleh ketua PSSI, Edy Rahmayadi dan Risha Adi Wijaya selaku CEO PT Liga Indonesia Baru yang merupakan Operator Liga.

Pada Regulasi yang disampaikan terdapat beberapa regulasi yang mengejutkan atau bisa dibilang aneh bagi para manajemen klub. peraturan tersebut diantaranya :

  1. Regulasi pembatasan pemain diatas 35 tahun
  2. Wajib Memainkan Pemain u-23
  3. Marquee Player
  4. 5 Pergantian Pemain
  5. 20 Daftar Susunan Pemain
Mari kita bahas satu persatu dari 5 regulasi "aneh" untuk Liga 1 tersebut.

Regulasi Pembatasan Pemain Diatas 35 Tahun. 
Regulasi pembatasan pemain ini akan berdampak pada banyak pemain yang akan dipaksa pensiun walaupun masih mampu mengarungi Liga 1. Dengan maksimal memainkan 2 pemain diatas 35 tahun banyak pemain diatas 35 yang harus rela berpindah klub, pensiun, bahkan pindah ke liga tarkam. dikarenakan klub tersebut sudah memiliki stok pemain diatas 35. sebut saja M. Ridwan dan Firman Utina yang harus berpindah klub dikarenakan klub sebelumnya sudah memiliki stok pemain diatas 35 tahun. bahkan tersiar kabar Firman Utina pensiun. 

Wajib Memainkan Pemain U-23
Pada regulasi kali ini PSSI dan Operator Liga mewajibkan terdapat pemain u23 yang bermain minimal 45 menit. Hal ini menurut PSSI dapat meningkatkan kualitas pemain U23. Namun regulasi ini, dapat menjadi boomerang bagi kompetisi liga dimana jalannya pertandingan akan tidak kompetitif. terjadi ketimpangan pemain antara pemain senior dan pemain u23. bahkan jika terdapat pemain u23 yang dapat mengimbangi pemain senior, pasti saat Timnas menjalankan TC pemain tersebut akan dipanggil timnas, sebut saja seperti Hanif, Bagas dan Nasir di Arema. otomatis pemain u23 Arema berkurang 3. 

Marquee Player
Definisi dari Marquee Player harus dijelaskan lebih lanjut oleh PSSI. Bagaimana pemain bisa di sebut marquee player, apakah berdasarkan salary cap, pernah bermain di liga top dunia dan piala dunia. jika marquee player ini berdasarkan salary cap, maka akan terjadi kesenjangan yang begitu dalam di Liga 1. apalagi klub boleh memiliki 5 pemain marquee player.

Pergantian 5 Pemain
PSSI membolehkan pergantian hingga 5 pemain, hal ini sangat betentangan dengan laws of the game FIFA. Pergantian 5 Pemain sebenarnya sah sah saja asalkan bukan pada petanding an kompetisi level tertinggi.  Bagi PSSI pergantian 5 pemain merupakan solusi untuk mengantisipasi kurangnya jatah pergantian, dikarenakan pergantian sudah digunakan untuk mengganti pemain u23. Namun, bagaimanapun alasannya pergantian ini sangat bertentangan pada laws of the game FIFA, kalau ini tetap dijalankan, berarti liga 1 merupakan bukan liga kompetisi tertinggi di Indonesia.

20 Daftar Susunan Pemain
Imbas pergantian lima pemain, setiap klub boleh mendaftarkan 20 nama pemain di daftar susunan pemain (dsp). Di liga top eropa pemain yang berada di bangku cadangan tidak lebih dari tujuh pemain.Jumlah itu terlalu banyak karena bukan kompetisi multievent seperti Piala Dunia atau Piala Eropa seluruh pemainnya bisa duduk di bench. Dalam Laws of the Game FIFA bagian 03 ayat 2 disebutkan: Peraturan kompetisi harus menyebutkan berapa jumlah pemain pengganti yang bisa didaftarkan, dari tiga hingga maksimal 12 pemain.


Rabu, 08 Maret 2017

ANALISIS BARCELONA VS PSG

Mission (Im)Possible, yak begitulah apa yang akan dihadapi Barcelona sebelum pertandingan semalam. Kalah 4-0 dari PSG pada leg pertama, membuat Barca harus minimal menang 5-0 pada leg kedua di Camp Nou. Namun apa yang terjadi pertandingan semalam sangat lah luar biasa, Blaugrana, mampu mempencundangi PSG 6-1 dengan dramatis. Barcelonapun mampu melenggang ke babak perempat final dengan keunggulan agregat 6-5. Comeback yang begitu manis dan penuh emosi dibuat oleh anak asuh Luis Enrique, menandakan tidak ada yang mustahil dalam permainan sepak bola. 

Jalannya pertandingan dikuasai oleh Barcelona dengan penguasaan bola mencapai 77% berbanding 33 % yang dimiliki oleh PSG. Pun dengan passing, Barcelona unggul dengan rataan passing sukses mencapai 85%. Namun Barcelona kesulitan untuk menembus di sepertiga pertahanan PSG dikarenakan PSG memainkan garis pertahanan yang dalam.
Via : Squawka.com


Kesulitan Barcelona menembus pertahanan PSG dengan operan, direspon oleh Barcelona dengan melakukan upaya drible yang dilakukan oleh Neymar disisi kanan pertahanan PSG. Neymar sendiri melakukan upaya 13 dribel dengan 4 sukses dan 9 lainnya menghasilkan tendangan bebas. Neymar menjadi man of the match pada pertandingan kali ini dengan 1 assist dan 2 Gol.

Sementara PSG memainkan permainan bertahan dengan garis pertahanan yang dalam dan saat menyerang melakukan dengan seporadis, bola sejauh mungkin untuk di buang kedepan. Saat posisi 3-1, PSG bermain lebih bertahan lagi dengan memasukkan Serge Aurier untuk menjaga Neymar disisi kiri pertahanan PSG. Namun walaupun PSG main bertahan, PSG mampu membuat peluang dengan 8 Shoot dan  5 chances created.  

Kesimpulan : Pada pertandingan semalam, Barca mampu menguasai pertadingan dan PSG lebih cenderung bertahan. Permainan Bertahan PSG dengan pertahanan yang dalam membuat PSG menggali kuburannya sendiri dan terpaksa melihat Barcelona lolos ke fase selanjutnya walapun sempat unggul 4-0 pada leg pertama.